“The World Is Full Of Uncertainty, But Within That Uncertainty Lies Something Certain, So Choose The Certain One.”
Artinya: Dunia ini penuh dengan ketidakpastian, namun dibalik ketidakpastian itu terdapat sesuatu yang pasti, maka pilihlah yang memiliki kepastian.
“THE WORLD IS FULL OF UNCERTAINTY”
Dunia adalah ruang yang tidak pernah bisa diprediksi sepenuhnya. Hari ini damai, esok bisa kacau. Hari ini kita sehat, besok bisa jatuh sakit. Hari ini kita berada di puncak, besok bisa terpuruk. Ilmu manusia, teknologi, bahkan prediksi ekonomi dan politik terbaik pun tidak mampu menjinakkan misteri dunia. Inilah watak kehidupan: segala sesuatu bisa berubah kapan saja.
Bayangkan dunia sebagai lautan luas. Gelombangnya datang silih berganti. Kadang tenang, kadang mengamuk tanpa peringatan. Di atas perahu kehidupan, manusia mencoba menebak arah angin, membaca bintang, dan menaklukkan ombak. Tetapi laut tetaplah laut, ia tidak tunduk pada kendali manusia.
Itulah simbol ketidakpastian. Dunia seakan berkata: “Jangan terlalu percaya diri. Aku bisa mengubah segalanya hanya dengan sekali hembusan.”
“BUT WITHIN THAT UNCERTAINTY LIES SOMETHING CERTAIN”
Meski dunia tampak liar dan tak terkendali, selalu ada hal-hal yang konstan, tidak berubah, dan tidak bisa dihindari.
- Di ranah universal: waktu selalu berjalan, kematian pasti datang, sebab-akibat selalu berlaku.
- Di ranah spiritual: Allah selalu ada, janji-Nya pasti, akhirat nyata, balasan amal tidak akan meleset.
Justru dalam kabut ketidakpastian, kepastian itu menjadi mercusuar yang menuntun manusia.
Ketidakpastian hanyalah permukaan; di dalamnya terdapat pola yang pasti. Seperti malam yang tak terhindarkan setelah siang, seperti musim dingin yang selalu kembali setelah gugur, seperti kematian yang tidak pernah tertunda walau sesaat. Alam semesta tampak kacau, tetapi sesungguhnya ia bekerja dengan hukum yang teratur. Ada kepastian yang bersembunyi di balik kabut, menunggu ditemukan oleh mereka yang mau melihat lebih dalam.
“SO CHOOSE THE CERTAIN ONE”
Jangan habiskan hidup mengejar yang rapuh. Jangan jadikan sesuatu yang fana sebagai pegangan, karena ketika ia runtuh, Anda pun ikut runtuh.
Pilihlah untuk berpegang pada hal yang pasti: kebenaran, prinsip hidup yang tidak berubah, nilai yang abadi, dan terutama iman kepada Allah dan akhirat. Inilah kebijaksanaan: meletakkan pijakan di atas batu, bukan pasir.
Seorang bijak tidak menaruh harapannya pada angin, karena ia tahu angin akan berbelok. Ia menaruh jangkar di dasar yang kokoh. Begitu pula hidup: jika Anda menggantungkan diri anda pada harta, wajah, atau kekuasaan, maka ketika itu hilang, Anda ikut terseret. Tetapi jika Anda memilih kepastian, kebenaran, iman, dan prinsip, maka meski dunia runtuh, Anda tetap berdiri.
AKHIR KATA
Hidup adalah arus deras yang tak pasti, tetapi di dalam arus itu selalu ada batu karang yang kokoh untuk berpijak. Tugas manusia bukanlah mengikuti arus, bukan pula hanyut tanpa arah, tetapi menemukan batu itu dan menggenggamnya erat. Kepastian itu adalah hukum sebab-akibat dan waktu yang tak bisa dihentikan.
- Dalam psikologi, kepastian itu adalah prinsip hidup yang kita pegang meski dunia berubah.
- Dalam spiritualitas, kepastian itu adalah Allah, kematian, dan akhirat.
Janganlah memanjakan dan membohongi diri untuk tersesat dalam ilusi, beranilah menyaring apa yang fana dari apa yang abadi, dan untuk berpegang pada yang pasti, sekalipun dunia menertawakan pilihan itu. Karena pada akhirnya, hanya kepastianlah yang bisa menyelamatkan kita dari jurang ketidakpastian yang menelan segalanya.